alam Ainul Hakki itu apa dan bagaimana ? | Blog Legenda Tauhid

alam Ainul Hakki itu apa dan bagaimana ?


14.28 |

Pengertian kata “Ainul Hak” (kenyataan Allah)
Insan “ainul Hakki atau alam Ainul Hakki” kata-kata inilah yang menghebohkan, sehingga timbul tuduhan buruk kepada mereka. Sepanjang kita kaji, tidak ada yang berkata misalnya “al insan Huwallah” atau “Al alam Huwallah” (manusia atau alam itu Allah) atau kata-kata “Insan atau alam sama dengan Allah” tidak ada kata-kata demikian yang lahir dari mulut Sufi yang benar.
Kalimat atau kata-kata yang nyata dari mereka ialah “Insan / Alam Ainul Hakki”
Ibnu Araby berkata :
” Al Abdu Rabbun, Warrabbu Abdun.
Ya Laita Syi’ri, Manil Mukallaf ?
Ya Laita Syi’ri, Manil Mukallaf ?
In Qulta – Abdun Fadzaka Rabbun.
Aw Qulta Rabbun – Anna Yukallaf ? “
Artinya :
” Hamba Adalah Tuhan, Tuhan Adalah Hamba, betapa syu’urku. Siapakah yang dibebani?, kalau anda berkata Hamba, maka itulah Tuhan, atau anda Tuhan, betapakah dia dibebani? “
Maka rangkuman kata dari Ibnu Araby ini merupakan sajak/puisi. Puisi suatu ungkapan kata menggambarkan cetusan perasaan seorang pengarang. Diterima atau tidak oleh orang lain bukanlah soal yang penting, namun ia merasa puas dengan apa yang ia ungkapkan dalam bentuk puisi ini, yang mengambarkan kebingungannya sendiri (tahayyur)
Oleh sajak itu terlihat jelas tentang rasa bingungnya, apa dan bagaimana. Biarkanlah dia tenggelam dalam kebingunngan demikian, itu adalah urusannya sendiri.
Ibnu Araby r.a. sebagai seorang Sufi besar pada zamannya, tercatat sebagai seorang yang taat melaksanakan perintah agama, seorang ahli syariat, seorang yang sangat ahli dalam Alquran dan Hadist, apakah kita harus menuduhnya sebagai seorang yang kafir? Sedangkan rangkuman sajaknya adalah perasaannya, getaran hatinya sendiri, bukankah dia tidak ingin melibatkan orang lain dalam cetusan perasaannya itu?
Kalau Ibnu Araby r.a berada di zaman ini mungkin kita akan berkata padanya :
” Silahkan tuan dengan serba bingung,
Tuan puas dengan merenung,
Aku diam seribu bahasa,
Kelu lidahku tiada kata,
Engkau adalah engkau,
Aku adalah aku,
Aku dan engkau datang dari satu rumpun,
Kesanalah kita kembali. “
Kesimpulan adalah, kata-kata “Alam ainul Hakki” atau “alam Mazhhar wujudullah” adalah dua kalimat yang sama maksud dan tujuannya.


Lebih Menarik Lagi:


Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar