- Pengertian Kalimat “Nuskhatul Haqqi”
Sebagaimana
dijelaskan pada bagian muka naskah ketuhanan, karena alam ini adalah
laksana naskah atau kitab yang semuanya dapat dibaca dan dipelajari
untuk mencari kebenaran hakiki ialah Allah s.w.t.
Allah
banyak sekali berfirman dan berseru kepada manusia yang berakal agar
membaca dan mempelajarinya, karena apapun yang terpampang dipermukaan
alam ini adalah “ayat-ayat” yang harus difikirkan, Kumpulan ayat-ayat
itu dapat pula dikatakan suatu naskah atau kitab.
Ibnu
Athoillah r.a mengungkapkan dalam rangka membaca semua ini, janganlah
laksana seekor sapi yang bekerja menggiling padi di penggilingan, karena
bagaimanapun tidak akan sampai kepada titik tujuan yang sebenarnya.
Seorang
manusia berfikir : Hidup perlu Kerja, Kerja perlu Makan, Makan untuk
tambah Tenaga, Tenaga untuk dapat Kerja, Kerja Untuk Makan dan
seterusnya… dan seterusnya… Atau saling menyalahkan dan membenarkan
pendapat sendiri.. ini benar itu salah.. hadist ini doif itu shahih..
demikian seterusnya tidak berujung.. Akhirnya hanya laksana bulatan
(sirkel) yang terus menerus berputar dalam lingkaran itu saja, tidak
bedanya dengan se ekor sapi di penggilingan padi.
Kapan
waktunya dia mencari kebenaran hakiki? Kalau dia tetap disibukkan dalam
suatu sirkulasi demikian, kenapa dia tidak mau membaca naskah berupa
dirinya dalam alam ini?.
Apabila
seseorang mau menggunakan waktu untuk membaca naskah dirinya dan alam
ini, dia pasti akan sampai kepada tujuan hidup yang sebenarnya, akan
dapat mengenal dengan pengenalan sempurna kepada Maha Pencipta Naskah
yang berupa dirinya dan Alam.
Maka misal dan ungkapan bahwa alam ini adalah Naskah Ketuhanan sebenarnya dapat kita terima.Lebih Menarik Lagi:


